Infantino Beri Tenggat 19 September untuk Proposal Investasi Swasta FIFA
Kamis, 30 Jul 2026, 13.54 WIB

Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan tenggat hingga 19 September 2026 kepada 211 asosiasi anggota FIFA untuk menyetujui proposal investasi swasta yang diajukannya. Jika disetujui, setiap asosiasi berpeluang memperoleh pendanaan hingga 40 juta dolar AS.
Dalam surat kepada seluruh anggota FIFA, Infantino menyebut paket pendanaan senilai 10 miliar dolar AS akan tersedia apabila proposal mendapat persetujuan. Jika ditolak, dana yang tersedia diperkirakan hanya mencapai 2,7 miliar dolar AS.
Proposal tersebut mencakup pembentukan anak perusahaan FIFA dengan nilai sekitar 20 miliar dolar AS. Sebanyak 20 persen saham perusahaan itu akan dimiliki investor swasta dan nantinya mengelola sejumlah kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub. Rencana tersebut mendapat dukungan dari Thrive Capital, perusahaan investasi yang didirikan Joshua Kushner.
Dana hingga 40 juta dolar AS untuk masing-masing asosiasi terdiri dari bantuan satu kali melalui program Fast Forward maksimal 20 juta dolar AS serta dana FIFA Forward sebesar 20 juta dolar AS untuk periode 2027-2030.
Namun, proposal tersebut langsung menuai penolakan dari sejumlah pihak. UEFA menjadi salah satu penentang utama dan bahkan mempertimbangkan berbagai langkah, termasuk kemungkinan memboikot kompetisi FIFA. UEFA menilai proses konsultasi dan tata kelola dalam penyusunan proposal tidak memadai.
Konfederasi sepak bola Eropa itu dijadwalkan menggelar pertemuan darurat dengan 55 asosiasi anggotanya untuk membahas langkah selanjutnya. Presiden UEFA Aleksander Ceferin juga telah menyampaikan penolakannya kepada sejumlah federasi sepak bola dari negara-negara dengan liga terbesar di Eropa.
Keberatan juga datang dari CONCACAF dan AFC yang sama-sama menyoroti kurangnya proses konsultasi sebelum proposal tersebut diketahui publik. Sementara itu, CAF memilih untuk mengevaluasi rencana tersebut terlebih dahulu melalui rapat komite eksekutif.
Kelompok European Football Clubs yang mewakili sekitar 850 klub juga mengaku baru mengetahui proposal tersebut melalui pemberitaan media. Kritik turut disampaikan Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, yang menegaskan bahwa sepak bola seharusnya tidak dikuasai kepentingan investor.
Proposal ini menjadi salah satu proyek ambisius terbaru selama masa kepemimpinan Infantino di FIFA. Namun, kurangnya transparansi dan minimnya konsultasi dengan pemangku kepentingan menjadi sorotan utama yang berpotensi memperbesar konflik antara FIFA dan konfederasi-konfederasi sepak bola dunia.


.gif)
