LAYAR303Top Advertisement
LUNAS33Bottom Advertisement
Semua Artikel

IFAB Klarifikasi Kartu Merah Breel Embolo saat Swiss Vs Argentina di Piala Dunia 2026

Rabu, 29 Jul 2026, 19.24 WIB

IFAB Klarifikasi Kartu Merah Breel Embolo saat Swiss Vs Argentina di Piala Dunia 2026

Badan pembuat aturan sepak bola dunia, IFAB, memberikan klarifikasi terkait keputusan wasit dalam pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Swiss dan Argentina. Dalam klarifikasinya, IFAB menyatakan bahwa penyerang Swiss, Breel Embolo, seharusnya tidak menerima kartu merah dalam laga yang berlangsung pada 12 Juli 2026 tersebut.

Embolo diusir dari lapangan setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-72. Keputusan itu diambil setelah wasit Joao Pinheiro meninjau tayangan VAR dan membatalkan keputusan awal yang menyatakan Leandro Paredes melakukan pelanggaran terhadap Embolo.

Hasil tinjauan VAR menyatakan tidak terjadi kontak antara Paredes dan Embolo. Wasit kemudian menilai Embolo melakukan simulasi dan memberikan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.

Keputusan tersebut mendapat kritik dari pelatih Swiss, Murat Yakin, yang menilai keputusan wasit telah memengaruhi jalannya pertandingan. Swiss akhirnya harus bermain dengan 10 pemain dan kalah 1-3 dari Argentina melalui babak perpanjangan waktu.

Dalam penjelasan terbarunya, IFAB menegaskan bahwa protokol VAR terkait "mistaken identity" atau salah identitas hanya dapat digunakan untuk memastikan pemain yang melakukan pelanggaran. Protokol tersebut tidak dapat digunakan untuk meninjau atau mengubah jenis pelanggaran yang telah diputuskan wasit.

Dengan demikian, berdasarkan aturan yang telah diklarifikasi IFAB, keputusan memberikan kartu kuning kedua kepada Embolo karena dianggap melakukan simulasi seharusnya tidak dapat ditinjau melalui VAR. Artinya, Embolo semestinya tidak menerima kartu merah dalam pertandingan tersebut.

Klarifikasi IFAB kemudian mendapat sambutan positif dari UEFA. Organisasi sepak bola Eropa itu menegaskan bahwa VAR tidak seharusnya digunakan untuk meninjau ulang seluruh kejadian dalam pertandingan. Intervensi VAR diharapkan dilakukan secara terbatas, terutama ketika terjadi kesalahan yang jelas atau wasit melewatkan insiden penting.

UEFA juga meminta proses peninjauan VAR dilakukan secara lebih singkat dan efisien. Para wasit akan diarahkan untuk menerapkan pedoman tersebut secara tegas dan konsisten demi menjaga kelancaran pertandingan serta mengurangi intervensi yang tidak diperlukan.