Mural Ikonik Dallas Jadi Sengketa, Seniman Wyland Gugat Proyek Promosi Piala Dunia 2026
Kamis, 04 Jun 2026, 13.57 WIB

Persiapan Piala Dunia 2026 di Dallas, Amerika Serikat, diwarnai kontroversi setelah seniman ternama Wyland menggugat sejumlah pihak terkait proyek promosi turnamen. Gugatan tersebut muncul setelah mural ikonik karyanya, Whaling Wall 82, dicat ulang tanpa persetujuannya.
Mural yang telah berdiri sejak 1999 itu dikenal sebagai salah satu landmark seni publik di Dallas dan merupakan bagian dari proyek global Whaling Walls yang mengampanyekan pelestarian kehidupan laut. Penutupan sebagian mural untuk keperluan instalasi seni baru terkait Piala Dunia 2026 memicu reaksi keras dari masyarakat setempat.
Wyland mengajukan gugatan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat di Dallas dengan tuduhan pelanggaran terhadap Undang-Undang Hak Seniman Visual (Visual Artists Rights Act). Ia menilai karya seninya telah dirusak tanpa pemberitahuan dan menuntut ganti rugi sebesar 25 juta dolar AS.
Sementara itu, FIFA membantah keterlibatan langsung dalam proyek pengecatan ulang tersebut dan mengarahkan pertanyaan kepada panitia lokal penyelenggara. Pengelola gedung juga menyatakan bahwa mereka menerima permintaan penyediaan ruang untuk instalasi seni baru serta mengaku telah mendapat informasi bahwa pemberitahuan kepada Wyland telah dilakukan.
Kasus ini menarik perhatian publik dan memicu dukungan luas terhadap Wyland, termasuk melalui petisi daring yang telah ditandatangani ribuan orang. Pengadilan kini akan menentukan apakah tindakan tersebut melanggar hak seniman atau merupakan bagian dari transformasi kota dalam menyambut Piala Dunia 2026.

.gif)

